Gedung Roboh, Sungai Baru Muncul: SMK di Pidie Jaya Terpaksa Mengungsi ke Aceh Besar Pascabanjir Bandang

- Penulis

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIDIE JAYA,gagakhitak.com | Hampir dua bulan pasca banjir bandang melanda Kabupaten Pidie Jaya, dampak panjangnya masih terasa nyata di dunia pendidikan. Salah satu yang paling parah adalah kondisi SMK Tgk. Chik Di Pante Geulima di Kecamatan Meureudu, yang nyaris hancur total akibat terjangan air bah dan perubahan aliran alam.

Berdasarkan laporan langsung dari wakil kepala sekolah,Ir.hamdan hasballah, bangunan utama tempat belajar-mengajar roboh diterjang arus deras. Bahkan yang lebih mengkhawatirkan, di area sekolah kini muncul aliran sungai baru akibat pembelokan dan erosi masif dari banjir bandang 25-26 November 2025 lalu. Perubahan topografi dan lingkungan ini tidak hanya menghancurkan gedung, tetapi juga mengancam stabilitas tanah di sekitarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Segala fasilitas sekolah porak-poranda. Tidak ada lagi bangunan yang layak dipakai untuk aktivitas belajar. Yang tersisa hanya puing dan lumpur kering, sementara di tengah-tengah kompleks sekolah kini mengalir air dari sungai yang terbentuk pascabanjir,” ungkap bpk.hamdan hasballah saat dikonfirmasi Cek Mad dari media ini

Dengan kondisi tersebut, kegiatan dan proses belajar-mengajar di lokasi asli mustahil dilanjutkan. Setelah koordinasi intensif dengan pihak yayasan dan Dinas Pendidikan Aceh dlm hal ini cabdin pidie jaya dan pihak terkait, diputuskan bahwa seluruh siswa dan guru SMK Tgk. Chik Di Pante Geulima akan direlokasi sementara ke SMKN Saree di Aceh Besar. Pemindahan ini bersifat darurat untuk menyelamatkan tahun ajaran dan hak belajar ratusan siswa.

Proses relokasi telah mulai dipersiapkan, termasuk penyesuaian jadwal, penggunaan ruang bersama, dan penyiapan asrama atau tempat tinggal sementara bagi siswa yang berasal dari keluarga terdampak. Meski jarak antara Pidie Jaya dan Aceh Besar cukup jauh, langkah ini dianggap sebagai satu-satunya solusi paling tepat agar proses pendidikan bisa tetap berjalan dan tidak terhenti total.

Baca Juga:  Bupati Pidie Jaya Sambut GUBERNUR KELANTAN MALAYSIA Bawa Harapan bagi Korban Banjir Bandang di Genteng dan Dayah Ummul Ayman

“Kami menyadari ini tidak mudah bagi siswa maupun orang tua. Banyak dari mereka juga korban banjir yang kehilangan rumah. Namun, dengan dukungan semua pihak, kami berusaha memastikan bahwa masa depan pendidikan anak-anak tidak ikut terkubur bersama bangunan sekolah,” tambah Wakil Kepala Sekolah Ir. Hamdan hasballah dan diamini oleh pel.kepala sekolah bpk.ir.Razali adami,MP.

Bencana ini tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga trauma bagi warga sekolah. Banyak siswa kehilangan perlengkapan belajar, seragam, dan barang-barang pribadi yang tersimpan di sekolah. Pihak sekolah saat ini juga mendata ulang kebutuhan mendesak, termasuk bantuan alat tulis, buku, dan dukungan psikososial.

Sementara kegiatan belajar akan dipindah, upaya pemulihan dan asesmen kerusakan di lokasi asli terus dilakukan. Harapannya, setelah kondisi tanah dinilai stabil dan dana rekonstruksi tersedia, SMK Tgk. Chik Di Pante Geulima dapat dibangun kembali di tempat yang lebih aman.

Kejadian ini menjadi pengingat betapa rentannya infrastruktur pendidikan di daerah rawan bencana. Diperlukan perencanaan tata ruang dan konstruksi yang lebih tangguh, serta skenario darurat pendidikan yang terstruktur agar anak-anak Aceh tidak kehilangan hak belajarnya, meski diterpa musibah terberat sekalipun. (Red)

Follow WhatsApp Channel gagakhitam.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Puskesmas Bagansiapiapi Lakukan Fogging Fokus di Bagan Barat Usai Temukan Kasus DBD Positif
Kukuhkan Persatuan, Aparat Kepenghuluan Bagan Jawa Bentuk Forum Komunikasi RT RW dan Dusun
Tuntut Transparansi Denda Rp1,52M, Gedung DPRD Rohul,RPPM Rohul Resmi Surati PPID Dinas Perkim”
Kejati Riau Limpahkan Laporan Dugaan Korupsi Kegiatan Pesta Rakyat ke Kejari Dumai
Harga BBM Eceran Tembus Rp25 Ribu, LSM KPK RI: Bupati Rohil Harus Bangunkan SPBU BUMD dari ‘Mati Suri’
Empat Laporan Bambang Irawan Sudah Terbit SP2HP, Kuasa Hukum: “Kami Dukung Penindakan oleh Polda Riau”
Tiga Bulan Pasca Banjir Bandang Lumpur Mengeras diDrainase Jadi Momok Baru Warga Pidie Jaya
Ahli Pidana Berbeda Pandangan soal “Video Demo” dalam Sidang Perkara 1357/Pid.B/2025/PN Pbr
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:41 WIB

Puskesmas Bagansiapiapi Lakukan Fogging Fokus di Bagan Barat Usai Temukan Kasus DBD Positif

Minggu, 12 April 2026 - 11:50 WIB

Kukuhkan Persatuan, Aparat Kepenghuluan Bagan Jawa Bentuk Forum Komunikasi RT RW dan Dusun

Rabu, 8 April 2026 - 08:19 WIB

Tuntut Transparansi Denda Rp1,52M, Gedung DPRD Rohul,RPPM Rohul Resmi Surati PPID Dinas Perkim”

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:54 WIB

Kejati Riau Limpahkan Laporan Dugaan Korupsi Kegiatan Pesta Rakyat ke Kejari Dumai

Jumat, 27 Februari 2026 - 17:20 WIB

Empat Laporan Bambang Irawan Sudah Terbit SP2HP, Kuasa Hukum: “Kami Dukung Penindakan oleh Polda Riau”

Berita Terbaru