ROHIL – Kelangkaan BBM di pusat kota Bagansiapiapi memicu kemarahan warga di tengah perayaan Idul Fitri 2026. Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan yang mengganggu aktivitas jalan raya, dipicu oleh terbatasnya titik pengisian BBM yang hanya terpusat di Jalan Bintang.
LSM KPK RI Kabupaten Rokan Hilir menyoroti lemahnya langkah taktis Pemkab Rohil dalam mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi ini. Ketua LSM KPK RI Rohil, Junaidi S., menyatakan bahwa aktivasi SPBU BUMD adalah solusi kunci untuk memecah antrean dan menormalkan harga.
“Masyarakat sudah cukup menderita dengan harga eceran Rp20.000 hingga Rp25.000 per liter. Jangan biarkan aset BUMD menganggur saat rakyat membutuhkan,” tegas Junaidi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, ketergantungan pada satu titik pelayanan tidak mencukupi untuk melayani warga lokal dan pendatang saat musim mudik. Pihaknya meminta komitmen nyata Bupati agar roda ekonomi warga tidak terhambat oleh masalah klasik kelangkaan BBM. (tim)












