Tiga Bulan Pasca Banjir Bandang Lumpur Mengeras diDrainase Jadi Momok Baru Warga Pidie Jaya

- Penulis

Senin, 23 Februari 2026 - 08:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIDIE JAYA,gagakhitam.com | Genap tiga bulan sudah bencana banjir bandang dahsyat yang meluluhlantakkan sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada 26 November 2025 lalu. Meski masa tanggap darurat telah lama berlalu, duka dan kepenatan masih menyelimuti para korban selamat. Kini, warga di Kabupaten Pidie Jaya dihadapkan pada momok baru: ancaman banjir lokal akibat sistem drainase yang masih tersumbat total oleh lumpur yang telah membatu.

Berdasarkan pantauan Cek Mad dari media ini di lapangan, Senin (23/2/2026), kondisi memprihatinkan terlihat jelas di kawasan Dusun Pante, Lorong Tgk Di Meunasah, Gampong Mns Jurong Teupin Pukat, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya. Rumah-rumah warga yang sebelumnya porak-poranda diterjang material banjir bandang memang mulai tampak rapi. Dinding-dinding yang semula penuh garis lumpur kini sudah mulai bersih. Lantai rumah pun telah disapu dan dipel hingga bersih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, kebersihan rumah-rumah tersebut hanya bertahan di permukaan. Warga setempat yang ditemui di sela-sela aktivitasnya, mengungkapkan keputusasaannya. “Rumah kami sudah bersih, Pak. Tapi kami hidup dalam ketakutan. Setiap kali hujan turun, air dengan cepat masuk ke dalam rumah,” ujarnya dengan nada letih.

Penyebabnya bukan lagi kiriman banjir bandang dari gunung, melainkan sistem drainase atau selokan di lingkungan mereka yang hingga saat ini masih mati total. “Selokan-selokan di depan dan di sekitar rumah ini masih penuh terisi lumpur. Lumpur itu sudah mengeras membatu. Jadi, air hujan tidak punya tempat mengalir, langsung naik ke pekarangan dan masuk ke rumah,” jelasnya lebih lanjut.

Kondisi ini diperparah dengan tingkat kelelahan fisik yang sudah mencapai puncaknya pada diri warga. Selama tiga bulan terakhir, mereka habis-habisan menguras tenaga dan pikiran untuk membersihkan rumah dari timbunan lumpur dan material sisa banjir bandang. Banjir bandang 26 November lalu tidak hanya merendam, tetapi juga mengirimkan material vulkanik dan lumpur dalam volume besar dari hulu gunung, yang kini mengendap dan mengeras di setiap saluran air.

Baca Juga:  Tuli dan Tangguh: Zulfadly, Relawan Disabilitas yang Bangkitkan Harapan di Tengah Bencana Pidie Jaya

“Kami semua sudah kehabisan tenaga. Secara fisik, kami sangat lelah. Secara finansial, kami juga sudah tekor untuk biaya hidup dan perbaikan rumah. Tidak ada lagi dana untuk menyewa alat berat atau bahkan membeli peralatan untuk membongkar lumpur yang sudah membatu di got itu,” keluh seorang warga lainnya.

Dengan kondisi yang semakin mengkhawatitkan menjelang potensi puncak musim hujan, warga di kawasan tersebut kompak bersuara. Mereka meminta pemerintah daerah, baik tingkat kabupaten maupun provinsi, untuk segera turun tangan. Bantuan yang paling mendesak saat ini bukan lagi sembako atau selimut, melainkan alat berat dan tenaga untuk melakukan normalisasi drainase.

“Kami mohon kepada Bapak Bupati dan jajaran. Tolong pikirkan kami. Pengerukan got-got yang tersumbat lumpur ini harus segera dilakukan. Ini darurat. Jika hujan deras turun lagi dalam waktu dekat, semua kerja keras kami membersihkan rumah selama tiga bulan ini akan sia-sia, dan kami akan kembali kebanjiran,” pungkasnya mewakili warga Dusun Pante Lorong.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya terkait keluhan warga tersebut. Warga berharap, peringatan tiga bulan bencana ini menjadi pengingat bahwa pemulihan pascabencana tidak berhenti pada rumah berdiri kembali, tetapi juga pada infrastruktur dasar yang memungkinkan mereka hidup layak dan aman. (CM)

Follow WhatsApp Channel gagakhitam.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tuntut Transparansi Denda Rp1,52M, Gedung DPRD Rohul,RPPM Rohul Resmi Surati PPID Dinas Perkim”
Kejati Riau Limpahkan Laporan Dugaan Korupsi Kegiatan Pesta Rakyat ke Kejari Dumai
Empat Laporan Bambang Irawan Sudah Terbit SP2HP, Kuasa Hukum: “Kami Dukung Penindakan oleh Polda Riau”
Ahli Pidana Berbeda Pandangan soal “Video Demo” dalam Sidang Perkara 1357/Pid.B/2025/PN Pbr
Kuasa Hukum Terdakwa Laporkan Majelis Hakim Perkara 1357/Pid.B/2025/PN Pbr ke Komisi Yudisial
Eben Ezer Simalango Laporkan Akun TikTok dan Instagram atas Dugaan Pencemaran Nama Baik, Minta Penyebaran Konten Dihentikan
Bambang Irawan Diperiksa 9 Jam di Polda Riau, Soroti Lambannya Penanganan Laporan Keterbukaan Informasi
Pemulihan Pasca Bencana Berbasis Kolaborasi: Plt Kadiskop UKM Aceh Resmikan Donasi Sumur Bor dan MCK untuk Dukung UMKM di Pidie Jaya
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 08:19 WIB

Tuntut Transparansi Denda Rp1,52M, Gedung DPRD Rohul,RPPM Rohul Resmi Surati PPID Dinas Perkim”

Jumat, 27 Februari 2026 - 17:20 WIB

Empat Laporan Bambang Irawan Sudah Terbit SP2HP, Kuasa Hukum: “Kami Dukung Penindakan oleh Polda Riau”

Senin, 23 Februari 2026 - 08:19 WIB

Tiga Bulan Pasca Banjir Bandang Lumpur Mengeras diDrainase Jadi Momok Baru Warga Pidie Jaya

Jumat, 20 Februari 2026 - 16:35 WIB

Ahli Pidana Berbeda Pandangan soal “Video Demo” dalam Sidang Perkara 1357/Pid.B/2025/PN Pbr

Kamis, 19 Februari 2026 - 09:10 WIB

Kuasa Hukum Terdakwa Laporkan Majelis Hakim Perkara 1357/Pid.B/2025/PN Pbr ke Komisi Yudisial

Berita Terbaru